Langsung ke konten utama

Alasan Kita Mengumpat



Pagi ini saya awali dengan amarah yang meluap.

Pertama, pegas per di kasur saya tampaknya bermasalah, membuat punggung saya jadi pegal-pegal.
Kedua, anak-anak kampung yang ikut wifian di rumah saya sukses membuat kuping saya pekak.Mereka sudah nongkrong dari subuh, dan masih asyik teriak Booyah! sambil ngegame hingga detik saya menulis dan memposting tulisan ini.

Belum lagi kampanye di jalan, hem, makin gurihlah pagi saya.

Mengenai kampanye, jangan dibayangkan tentang orang-orang yang berkumpul jadi satu di lapangan untuk liat tokoh politik idolanya haha hihi di panggung. Kampanye, di daerah saya, sama saja dengan konvoi pakai motor, bawa bendera segede-gede gaban, pasang knlapot kaleng yang sekali digas, Naudzubillah sekali suaranya.



*PERINGATAN! Tulisan ini mengandung 100% Opini penulis yang dilanda otot pegal dan urat kepala tegang. Harap maklum*


Trengteng teng..Brum..Brum..Trengtengteng..Brum..Brum...

Entah dari bendera banteng merah, atau garuda kuning, hingga ka'bah hijau, semua pendukungnya sama saja. Khusyuk men-gas motor masing-masing, memenuhi jalan dengan suara bising dan asap motor mengepul, belum lagi tidak pakai helm, bawa anak kecil, ALLAHUAKBAR! PUSING SAYA!1!1!

Ya, apa sih esensinya? Memangnya capres-capres disana juga bakal memuji aksi itu? Aksi yang menganggu masyarakat itu?
Memanglah, konvoi semacam itu lumrah di daerah saya, terutama mendekati coblosan seperti ini. Tapi ya gimana, aksi ini tuh tidak memberi dampak positif apa-apa untuk masyarakat. Membantu masyarakat merubah pilihan capresnya juga tidak.

 "Wah, banteng merah konvoinya bagus, suara knalpotnya beat nya yahud, asapnya lebih hitam dari paslon sebelah, aku pilih Jokowow saja ah"

Kan gak ada sejarahnya kayak gitu!

Euforia semata? Mungkin. Tapi menurut saya, ada banyak cara lain untuk menunjukan "cinta" dibanding dengan konvoi tidak jelas semacam itu. Bukankah ikut mencoblos dan tidak golput sudah merupakan bentuk cinta paling tulus dan benar? Saling serang di sosmed, konvoi di jalan, malah justru membuat orang lain jadi makin tidak respect dan menganggap anda-anda semua - wahai sobat konvoiyers - sebagai manusia gabut sedunia.

"Tapi kan, konvoi itu Asyique!"

Apa sih asyiknya? Ngabisin bensin itu asyik? Bikin bahaya diri sendiri dan anak anda dengan tidak pakai helm asyik?!  Melanggar aturan tentang knalpot itu asyik? Okelah, misal aparat setempat mengijinkan, tapi disumpah-sumpahi orang itu asyik?!  Dan bikin kami jadi dosa gara2 nyumpahi orang ITU ASYIK?!


Udah ah. Jadi laper.
Sekian.

Terimakasih.

*Ehm, btw, kalau mau ada yg menyampaikan uneg2 yang sama, waktu dan tempat dipersilahkan di kolom komentar.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gita dan Huruf "H"

Namaku Dara. Tanpa huruf "h". Walau kadang orang suka salah menulis Dhara pakai "h". Aku lebih sering membiarkannya, toh aku juga tidak masalah. Tapi kata Kakakku, Dara dan Dhara punya arti yang beda dalam bahasa sansekerta. Dara itu wanita, sedangkan Dhara itu bumi.Keluargaku sendiri lebih suka dengan Dara, tanpa "h". Mereka lebih suka aku menjadi wanita, dibanding menjadi bumi. Andai saja waktu lahir aku bisa request nama, bukannya menangis, aku ingin dinamai Gita Dhara. Atau Manggala Gita. Gita Dhara punya arti nyanyian bumi, sedangkan Manggala Gita artinya nyanyian yang indah. Gita Dhara Manggala? hem, keren juga. Entahlah, aku hanya sedikit terobsesi menjadi penyanyi walau tidak bisa nyanyi. Jadi kupikir, punya nama dengan arti seperti itu akan membantuku. Bodoh, memang. Tapi ya begitulah Dara, si tanpa "h". Jadi ya sudah, inilah aku, si Dara Dharmesti. Wanita Utama. Doakan aku bisa jadi yang utama dalam segala hal, sesuai harap...

Konvergensi dan Bandar Oplosan

Hai Ho, apa kabar manusia-manusia maya.. Tema post kali ini adalah konvergensi media. Konvergensi media sendiri dapat diartikan sebagai penggabungan beberapa jenis media yang tadinya terpisah ke dalam satu media. Seorang ahli bernama Henry Jenkins menjelaskan bahwa konvergensi media adalah aliran konten di beberapa platform media, kerjasama industri dengan media dan kegiatan migrasi media.       Jadi gimana, sudah jelas? Bila anda adalah seorang yang biasa saja cenderung lemot  dan gaptek , tenang saja, saya juga sama pusingnya. Berbekal pemahaman saya yang rada minim, saya akan coba bercerita tentang pengaruh si-konvergensi ini di kehidupan saya.  Cerita ini kumulai dengan game GTA dan masa SD ku yang penuh kenakalan remaja (?). Saya terlahir sebagai perempuan, namun karena lebih sering ditinggal mengurus toko oleh orang tuaku, ditambah rental PS Pakdheku yang jadi satu dengan toko banyak mengundang anak-anak yang tidak jelas pergaulannya, membu...