Saya sering kesulitan tidur. Dan setiap kali saya sulit tidur, banyak sekali pikiran-pikiran yang berseliweran di otak saya. Kadang random saja, seperti berfikir kenapa sate dinamain sate, atau mengapa instagram tidak dinamain instakilogram. Namun lebih sering saya ketakutan. Bukan takut setan, atau apa. Saya takut akan pikiran saya sendiri. Karena saat saya tidak bisa tidur, seluruh rasa trauma, ketakutan, dan kesepian yg pernah saya alami selama 20 tahun hidup, sekecil apapun itu, pasti akan teringat dan terekam kembali. Terlebih saya tidak pandai berkomunikasi dengan orang lain, jadi curhat mengenai ketakutan saya ke orang lain pun percuma untuk saya, sebab saya jadi punya ketakutan baru karena ketidakpandaian saya memberi reaksi saat sedang berkomunikasi dengan orang. Makanya saya lebih nyaman menulis. Saya bisa mencurahkan apa yg saya mau katakan tanpa disela reaksi orang, dan tanpa saya harus memberi feedback langsung pada mereka. Ah, membosankan ya? Hehehehe In...