Langsung ke konten utama

Gita Malam #prolog

Saya sering kesulitan tidur. Dan setiap kali saya sulit tidur, banyak sekali pikiran-pikiran yang berseliweran di otak saya. Kadang random  saja, seperti berfikir kenapa sate dinamain sate, atau mengapa instagram tidak dinamain instakilogram. Namun lebih sering saya ketakutan. Bukan takut setan, atau apa. Saya takut akan pikiran saya sendiri. Karena saat saya tidak bisa tidur, seluruh rasa trauma, ketakutan, dan kesepian yg pernah saya alami selama 20 tahun hidup, sekecil apapun itu, pasti akan teringat dan terekam kembali. Terlebih saya tidak pandai berkomunikasi dengan orang lain, jadi curhat mengenai ketakutan saya ke orang lain pun percuma untuk saya, sebab saya jadi punya ketakutan baru karena ketidakpandaian saya memberi reaksi saat sedang berkomunikasi dengan orang. Makanya saya lebih nyaman menulis. Saya bisa mencurahkan apa yg saya mau katakan tanpa disela reaksi orang, dan tanpa saya harus memberi feedback langsung pada mereka. 

Ah, membosankan ya? Hehehehe

Intinya saya ingin membuat rangkaian "episode" GitaMalam ini untuk melepas stress saya. Tapi siapa tahu  kedepannya diantara kalian ada yg membaca dan merasa relatable dengan cerita saya , ya marilah kita saling berangkulan dalam doa, agar kita bisa terbebas dari segala kekhawatiran dan ketakutan kita.  :) 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gita dan Huruf "H"

Namaku Dara. Tanpa huruf "h". Walau kadang orang suka salah menulis Dhara pakai "h". Aku lebih sering membiarkannya, toh aku juga tidak masalah. Tapi kata Kakakku, Dara dan Dhara punya arti yang beda dalam bahasa sansekerta. Dara itu wanita, sedangkan Dhara itu bumi.Keluargaku sendiri lebih suka dengan Dara, tanpa "h". Mereka lebih suka aku menjadi wanita, dibanding menjadi bumi. Andai saja waktu lahir aku bisa request nama, bukannya menangis, aku ingin dinamai Gita Dhara. Atau Manggala Gita. Gita Dhara punya arti nyanyian bumi, sedangkan Manggala Gita artinya nyanyian yang indah. Gita Dhara Manggala? hem, keren juga. Entahlah, aku hanya sedikit terobsesi menjadi penyanyi walau tidak bisa nyanyi. Jadi kupikir, punya nama dengan arti seperti itu akan membantuku. Bodoh, memang. Tapi ya begitulah Dara, si tanpa "h". Jadi ya sudah, inilah aku, si Dara Dharmesti. Wanita Utama. Doakan aku bisa jadi yang utama dalam segala hal, sesuai harap...

Konvergensi dan Bandar Oplosan

Hai Ho, apa kabar manusia-manusia maya.. Tema post kali ini adalah konvergensi media. Konvergensi media sendiri dapat diartikan sebagai penggabungan beberapa jenis media yang tadinya terpisah ke dalam satu media. Seorang ahli bernama Henry Jenkins menjelaskan bahwa konvergensi media adalah aliran konten di beberapa platform media, kerjasama industri dengan media dan kegiatan migrasi media.       Jadi gimana, sudah jelas? Bila anda adalah seorang yang biasa saja cenderung lemot  dan gaptek , tenang saja, saya juga sama pusingnya. Berbekal pemahaman saya yang rada minim, saya akan coba bercerita tentang pengaruh si-konvergensi ini di kehidupan saya.  Cerita ini kumulai dengan game GTA dan masa SD ku yang penuh kenakalan remaja (?). Saya terlahir sebagai perempuan, namun karena lebih sering ditinggal mengurus toko oleh orang tuaku, ditambah rental PS Pakdheku yang jadi satu dengan toko banyak mengundang anak-anak yang tidak jelas pergaulannya, membu...

Alasan Kita Mengumpat

Pagi ini saya awali dengan amarah yang meluap. Pertama, pegas per di kasur saya tampaknya bermasalah, membuat punggung saya jadi pegal-pegal. Kedua, anak-anak kampung yang ikut wifian di rumah saya sukses membuat kuping saya pekak.Mereka sudah nongkrong dari subuh, dan masih asyik teriak Booyah! sambil ngegame hingga detik saya menulis dan memposting tulisan ini. Belum lagi kampanye di jalan, hem, makin gurihlah pagi saya. Mengenai kampanye, jangan dibayangkan tentang orang-orang yang berkumpul jadi satu di lapangan untuk liat tokoh politik idolanya haha hihi di panggung. Kampanye, di daerah saya, sama saja dengan konvoi pakai motor, bawa bendera segede-gede gaban, pasang knlapot kaleng yang sekali digas, Naudzubillah sekali suaranya. *PERINGATAN! Tulisan ini mengandung 100% Opini penulis yang dilanda otot pegal dan urat kepala tegang. Harap maklum* Trengteng teng..Brum..Brum..Trengtengteng..Brum..Brum... Entah dari bendera banteng merah, atau garuda kuning, hing...