Beberapa bulan lalu, tepatnya di bulan November, di beberapa media sosial seperti Instagram dan Twitter, bermunculan tagar baru #SaveTampangBoyolali. Penyebabnya tidak lain dan tidak bukan adalah pidato salah satu capres dalam acara peresmian tim suksesnya di Boyolali. Kata-kata tentang tampang Boyolali dan ujaran tentang warga Boyolali yang tidak punya tampang orang kaya dan bakal diusir kalau masuk hotel di Jakarta menuai banyak sekali komentar negatif dari netizen. Dan bermunculanlah berbagai macam postingan mengenai Tampang Boyolali ini, dimana postingan-postingan itu “mewadahi” berbagai macam adu argumen di kolom komentar. Apakah opini-opini yang dilempar netizen di kolom-kolom komentar itu bisa mempengaruhi citra capres yang bersangkutan? Jawabnnya sangat sangat lah bisa. Begitu d...