Saya punya kawan satu kos an yang hobi nonton Stand Up Comedy. Suatu hari, saat
kita berdua sedang santai nonton YouTube, iseng dia menunjukan satu band yang
semua personilnya adalah Stand Up Comedian. Orkes Pensil Alis, namanya.
Menggelitik memang, tapi sebab hasrat melecehkan saya saat itu sedang tinggi,
saya anggap band ini hanya band kacang-kacangan. Ah, paling project iseng-isengnya para komika saja. Orkes Pensil
Alis digawangi oleh Hifdzi Khoir (vokal), MuktiEntut
(vokal), Al Kautsar (gitar), Hisdan (gitar), Binasrul (perkusi) dan terakhir
Satito (drum). Dari artikel
yang saya baca, mereka terbentuk tahun 2013 dan awalnya hanya band iseng-iseng
untuk mengisi acara ulang tahun Anang Batas, salah satu komika Indonesia. Makin
tidak tertariklah saya dengan band ini.
Lalu malam ini saya mendapat kesempatan mendengarkan salah satu album
mereka yang bertajuk “Best of The Best”. Siapa sangka, saya malah jatuh cinta?
Alasan pertama saya suka dengan album ini adalah karena desain packaging album ini sangat cantik, dengan
ilustrasi seorang gadis yang sedang memakai pensil alis, dan kebetulan, jenis
ilustrasi semacam ini adalah kesukaan saya.Ketika dibuka, saya sedikit
tergelitik dengan tulisan aksara Thailand di atas cd yang sampai sekarang saya
tidak tahu apa artinya. Di kanan cd, terdapat keterangan tentang orang-orang
dibalik album ini.Lalu, di dalamnya juga terdapat lembar lirik (seperti
album-album pada umumnya) yang full colour
dan ilustrasinya lucu-lucu. Di lembar pertama berisi ucapan terima kasih dengan
ilustrasi mas-mas indom*rt. Dan saya jadi geli sendiri saat membaca daftar lagu
serta lirik-liriknya...sebab...alamak,
nyeleneh semua!
\Masuk ke track di dalam album ini. Track pertama berjudul G90. Mendengarkan
lagu ini jelas bisa membawa kita yang manusia generasi 90an-masuk ke dalam dunia
nostalgia yang menyenangkan. Track berikutnya berjudul Feromon. Ya, anda tidak salah.
Memang seambigu itu judulnya. Untuk lagu ini saya tidak terlalu suka, walau
liriknya sangat menarik dan menggelitik. Namun, sebagai wanita saya merasa sedikit
“tereksploitasi” saat mendengar lagu ini.
Entahlah, ini hanya opini pribadi saya. Lagu lain dengan judul Kucing Langit
juga sama ambigunya. Jujur, diluar alunan lagunya yang asoy dan bikin goyang,
lirik kedua lagu ini yang paling membuat saya tidak nyaman secara pribadi.
Walau saya paham, maksutnya mungkin hanya untuk lucu-lucuan saja.
Lagu favorit saya sejauh ini adalah Kipas Angin Kesedot Sampah yang
sangat,sangat absurd. Bayangkan, lagu sepanjang 4 menit 31 detik ini hanya
punya satu lirik, yaitu Kipas Angin Kesedot Sampah! Tapi entah bagaimana,
sukses membuat satu kalimat tersebut terngiang-ngiang di kepala saya. Walau
menurut saya, mendengarkan musik ini dari Youtube terasa lebih Asoy, karena
instrumen lagu ini di dalam albumnya terasa kurang “dangdut” dibanding kalau
kita mendengarkan video live performance nya di YouTube (terutama yang
featuring Xena Xenita, yahud sekali untuk goyang, heuheu). Lagu kedua yang jadi
favorit adalah Lagu Tanya Jawab, sebab liirknya yang lucu dan bikin goyang.
Harga album ini sangat murah, hanya berkisar kurang lebih Rp 50.000 kalau tidak salah. Oiya,
saya lupa jelaskan, Orkes Pensil Alis ini ber-genre dangdut komedi (maybe?). Kesan
saya sebagai orang yang bukan penikmat dangdut sih, bisa menikmati musik-musik
di dalam album ini dengan hati senang. Good Job, Orkes Pensil Alis!

Untung aja bang hifdzi nyanyi nya ga pake bahasa thailand wkwk
BalasHapus